Pengajian kitab “Shahih Al-Imam Al-Muslim” oleh Prof. Dr. Ahmad Umar Hasyim 12/2/2019 (doc. الجامع الأزهر)

KMJMESIR.ORG, KAIRO – Beberapa hari ini pelajar asing (wafidin) Universitas Al-Azhar Mesir, khususnya pelajar asal Indonesia merasa sedikit khawatir dengan beredar pesan berantai di WhatsApp mengenai pelarangan mengaji (talaqqi) di luar lingkup Masjid dan Kampus Al-Azhar oleh Grand Syekh.

Pesan yang memuat tertanda Presiden PPMI (Persatuan Pelajar dan Mahasiswa Indonesia) Mesir, Saeful Jihad, Lc. dan Sekjend PPMI, M. Najid Akhtiar, Lc. itu diterima oleh KMJMESIR.ORG pada Rabu (25/2/2019). Di antara isi pesan berantai tersebut sebagai berikut:

“Bismillah. Berdasarkan intruksi khusus dari pihak Al Azhar untuk wafidin seluruhnya terkhusus pelajar dan mahasiswa Indonesia, dengan ini DP PPMI Mesir menghimbaukan kepada seluruh pelajar dan mahasiswa Indonesia di Mesir mulai hari ini 25 Februari agar tidak mengaji di tempat manapun kecuali Ruwaq Masjid Al Azhar dan Kampus Al Azhar,” tulis pesan tersebut.

Hal senada juga diunggah di laman Facebook (page) برلمان الطلاب الوافدين بالأزهر الشريف (@ParliamentOfForeignStudentsInAlAzhar) pada Rabu (25/2/2019) pukul 20.09 Clt. yang juga diunggah oleh laman Facebook المركز الإعلامي بجامعة الأزهر (@mediaazhar1) pada Rabu (25/2/2019) pukul 21.31 Clt.

Menelisik pada beberapa tahun terakhir, semangat para pelajar asing di Mesir dalam mendalami ilmu agama Islam memang terus meningkat. Terbukti dengan semakin ramai dan banyak bermunculan tempat-tempat pengajian baru, baik tempat pengajian yang diadakan oleh perorangan maupun pengajian yang lansung berada di bawan naungan para masyayikh Al-Azhar.

Dengan beredarnya pelarangan ini, tentunya menimbulkan kekhawatiran tersendiri bagi para pecinta ilmu yang telah lama bermulazamah di luar lingkup Masjid dan Kampus Al-Azhar. Terlebih dengan tanpa adanya rilis resmi dari pihak Masyikhah dan dengan tanpa adanya penjelasan yang lebih terperinci, pesan tersebut menimbulkan penafsiran serta praduga yang beraneka ragam. Namun, apapun kebijakan yang digulirkan oleh Grand Syekh Al-Azhar, yang pasti Grand Syekh menginginkan yang terbaik untuk putra-putrinya.

 

Menanggapi masalah ini, kiranya ada tiga spekulasi yang bisa KMJMESIR.ORG sampaikan:

Pertama; Mencari berkahnya tempat. Grand Syekh ingin mengajak putra-putrinya untuk lebih banyak bersentuhan dengan Masjid dan Kampus Al-Azhar. Karena Masjid dan Kampus Al-Azhar telah banyak melahirkan ulama-ulama fenomenal.

Kedua; Grand Syekh ingin melindungi putra-putrinya dari kontaminasi pemikiran liberal dan radikal. Dengan banyak bermunculan tepat pengajian, membuat pihak Al-Azhar sedikit susah dalam memantau dan mengarahkan putra-putrinya.

Ketiga; Semakin mengkhawatirkannya teror bom yang terjadi akhir-akhir ini, Grand Syekh ingin lebih menjamin keselamatan putra-putrinya dengan hanya membolehkan mengaji di Masjid dan Kampus Al-Azhar. Karena kedua tempat tersebut dijaga oleh security yang selalu siap siaga.

Wallahu a’lam bi ash-shawab