Demi meningkatkan kualitas pendidikan selama di negeri kinanah, Departemen keilmuan dan kerohanian KMJ Mesir berinisiatif kenalkan mahasiswa baru 2020-2021 angkatan al-ghazira tempat-tempat talaqqi (Kajian) yang bertajuk Rihlah Keazharan pada senin (12/04) lalu. Masjid Syeikh Sholeh Ja’fari menjadi destinasi pertama pada kali ini.

Tepat di beranda masjid Sholeh Ja’fari, Andri Ramanda selaku anggota departemen keilmuan memoderatori agenda rihlah. Dibawah bimbingan ustadz Mahyaruddin Sopian, salah satu anggota Dewan Konsultatif KMJ, menyuguhkan berbagai hal terkait kajian yang akan diikuti; bagaimana memilih syeikh, tahapan dalam belajar, memilih kitab dan lain sebagainya.

“Di madhiafah ini ada kajian intensif dengan pelajaran-pelajaran tertentu dan ada juga kajian gratis, kalau ada waktu luang, ahlan ikut, jika belum tau jadwalnya silahkan tanya senior atau bisa langsung lihat di akun Facebooknya,” ujar Mahyarudin

Mahasiswa yg sedang menduduki bangku S-II Fak.Ushuluddin Universitas Al-Azhar, itu turut menyarankan agar kita wajib pernah duduk di majelis guru-guru Al-azhar yang umur mereka telah menginjak sepuh, agar tidak terjadi penyesalan dikemudian hari.

Usai perkumpulan di beranda masjid Sholeh Ja’fari, destinasi berlajut ke beberapa tempat kajian; Madyafah Syekh Said Imran Ad-Dah, Madyafah Syekh Ismail Shodiq dan Muassasah Shiddiqiyyah Syadzuliyyah atau lebih dikenal Madyafah Syekh Ali Gomma sebagai tempat tujuan terakhir.

Agenda diakhiri dengan sholat berjamaah dan pengabadian momen foto bersama.