Selasa, 12 Februari 2020 KMJ (Kekeluargaan Mahasiswa Jambi) Mesir adakan acara, “Silaturahmi FKPP dan Dialog Seputar Urgensitas Pesantren dalam Membangun Negeri”. Acara yang bertajuk silaturahmi dan dialog ini, sebagai bentuk penyambutan atas kunjungan FKPP Provinsi Jambi ke Mesir. Kunjungan FKPP (Forum Komunikasi Pondok Pesantren) Jambi yang diwakili oleh KH. Buya Margutin, MA (Ketua FKPP Prov. Jambi), Abi Maskun Hadi, MA (Sekjend FKPP Muaro Jambi) dan KH. Dr. Zainul Arifin, MA (Pimpinan Pesantren Darul Arifin Jambi) ini, adalah inisiatif mereka sendiri tanpa dibiayai oleh organisasi maupun pemerintah Jambi.

Kunjungan ini, bertujuan untuk membuka jalur beasiswa Mahasiswa Jambi yang berada di Timur Tengah. Dengan harapan, agar semakin merata pembagian beasiswa di setiap daerahnya. Pun membuka jalur beasiswa untuk seluruh pesantren di daerah Jambi, supaya bisa mengirim santrinya melanjutkan studi ke Universitas di Timur Tengah.

Bak gayung bersambut, Mahasiswa Jambi yang berada di Mesir pun cukup antusias menyambut kehadiran para Kyai ini. Dalam acara silaturahmi tersebut, KH.  Zainul Arifin memberi banyak petuah perihal urgensitas sanad dan keilmuan yang menjadi ikon di Al Azhar Mesir. Sebab sangat dibutuhkan oleh pesantren dan masyarakat Jambi saat ini. Di awali dengan menguak sejarah dan citra Jambi yang mastur (tersembunyi) di Indonesia. Salah satunya, Jambi memiliki ulama karimastik dan mendunia yang tidak banyak diketahui orang. Beliau adalah Syekh Usmani Tungkal (asal Tungkal, Jambi) yang mendirikan Darul Ulum di Mekkah. Banyak sekali kitab-kitab fikih yang menyebut nama beliau; Syekh Usmani. Syekh Hisyam Kamil,—salah satu masayikh Azhar, di Mesir— pun sanad fikihnya bersambung pada Syekh Usmani.

“Berangkat dari silsilah dan sejarah yang saya paparkan di atas, sangat tidak mustahil jika generasi-generasi Jambi berkompeten untuk menjadi ulama’ yang mendunia. Maka mumpung masih di sini, diberi kesempatan untuk mempelajari genealogi para ‘alim dengan cara bertatap muka langsung, tidak ada alasan untuk tidak semangat. Kita harus semangat untuk melanjutkan perjuangan nenek moyang kita, yang saat ini sudah sangat langka di Jambi.” tutur Kyai Arifin menggebu dengan khas suara lembutnya.

Sambutan yang membahas keilmuan inipun, menjadikan suasana Auditorium Darul Hasan  hidup, dengan diskusi interaktif para Mahasiswa. Meskipun waktu sangat terbatas, beberapa mahasiswa tampak antusias melemparkan pertanyaan dan kegelisahannya.

Heri Nuryahdin, salah satu senior di Kekeluargaan Mahasiswa Jambi, turut memberi sambutan mewakili Mahasiswa Jambi di Mesir. Dalam sambutannya, beliau menambahkan perihal keistimewaan Al Azhar selain dalam segi keilmuan, yaitu manhaj (metode).

“Metode Al Azhar adalah representasi yang ideal untuk di aplikasikan ke Indonesia dengan manhaj washatiyyahnya (moderat). Diharapkan dengan keilmuan yang matang serta wawasan yang luas, mampu menjadikan kita untuk saling bersinergi dalam membangun Jambi kelak.” harapnya sebagai mahasiswa Jambi di Al Azhar.

Ini sejalan dengan misi Abuya Margutin, beliau tidak hanya menjabat sebagai ketua FKPP Provinsi Jambi, namun juga aktif membuat pergerakan untuk memberantas paham radikalisme yang sedang marak di Indonesia, khususnya Jambi. Bersama rekan-rekan Nahdlatul Ulama Jambi, beliau sudah beberapa kali mengadakan diskusi dan gerakan untuk mencegah masyarakat Jambi dari paham tersebut.

Wabakdu, besar harapan untuk para Mahasiswa Jambi yang sedang menuntut ilmu di Al Azhar Mesir, untuk lebih bersungguh-sungguh dalam menuntut ilmu, supaya kelak mampu membangun keilmuan masyarakat Jambi menjadi lebih progresif lagi.

Reporter: Zumratus Sa’adah Julia (Mahasiswi S1 Universitas Al Azhar, Mesir)