Di tahun ini, kedatangan mahasiswa Al Azhar dari Jambi sedikit mengalami penurunan pada tahun sebelumnya. Yang mana di tahun kemarin sudah mencapai 21 Mahasiswa dari Jambi yang berhasil lolos ujian dan bisa belajar ke Universitas Al Azhar Mesir. Kemungkinan besar, penurunan ini berkaitan dengan banyaknya Mahasiswa Sumatera yang tidak lulus ujian di UIN Sultan Syarif Pekanbaru pada bulan Juli lalu. Yang diberitakan bahwa tidak satupun anak dari 318 peserta lolos ujian tes Al Azhar. Padahal sebelumnya, pulau Sumatera selalu mengirim Mahasiswa ke Mesir dengan jumlah yang cukup banyak; tidak kalah dengan pulau Jawa. Adapun mahasiswa Jambi yang berhasil melanjutkan studi di Mesir ini, dengan cara melalui banyak jalur; salah satunya Pondok Pesantren Al Hidayah Modern Jambi yang sudah mengalami perkembangan, dan bisa mengirim para santrinya setiap tahun untuk belajar ke Mesir. Begitu pula dengan MAN Insan Cendekia yang dibantu oleh Syekh Mesir utusan Al Azhar untuk Provinsi Jambi dengan cara mengikuti Tes Ujian Jalur Kedutaan. Tak hanya melalui jalur sekolah di pulau Sumatera saja, pun banyak dari mereka yang bersekolah di pulau Jawa lalu berhasil lolos tes Azhar melalui jalur pesantrennya. Adapun tahun ini, Mahasiswa Jambi yang berhasil lolos dan telah tiba ke ke Mesir sebanyak 19 orang. Pada Ahad (10/12) KMJ (Kekeluargaan Mahasiswa Jambi) di Mesir menyambut kedatangan mereka dengan menggelar acara Perkenalan Maba. “Saya memilihi belajar di Mesir karena Mesir adalah tempatnya peradaban Islam dan kiblat ilmu. Yang mana segala ilmu yang ada di Mesir ini semua bersanad ke Rasulullah.” ujar Frendky salah satu Mahasiswa Baru asal Kerinci. Dalam acara tersebut, para senior KMJ Mesir yang telah lama menetap sebagai mahasiswa Al Azhar sedikit memberikan sambutan dan arahan kepada Mahasiswa Baru. Abangda H. Heri Nuryahdin salah satunya, “Orang yang sukses di Arab Saudi, akan berbeda dengan orang yang sukses di Al Azhar Mesir. Di Al Azhar, antum akan disuguhkan dengan berbagai macam hal; tak hanya kuliah dan mengaji melainkan banyak kegiatan lain seperti organisasi, bisnis dll. Antum harus bisa mengedepankan sesuatu yang lebih penting, namun antum juga harus bisa menyeimbangkan antara kuliah, bersosial, berdedikari dan mengaji.” tutur Abangda Heri Nuryahdin. Acara berjalan dengan lancar, tampak para hadirin sangat antusias menyaksikan perkenalan mahasiswa baru karena salah satu dari mereka adalah tetangga terdekatnya.