KAIRO, Kmjmesir.org – Setelah berakhirnya mengkaji salah satu ilmu alat nahwu kitab Muqodimatu-l-Azhariyah pada Sabtu (03/10/2020) lalu, departemen keilmuan dan kerohanian KMJ adakan pembukaan kajian kedua di Auditorium Darul Hasan KMJ yang dalam hal ini mengkaji ilmu mantiq (Sulam Munawarq) serta dibuka pada Kamis (15/10) kemarin.

Anggota departemen keilmuan dan kerohanian KMJ Andri Ramanda turut menyadari betapa penting ilmu Mantiq terkhusus bagi mahasiswa baru.

“Pertama kajian Mantiq ini, kita adakan karna melihat semakin dekatnya waktu kuliah dan sebagian, bahkan rata-rata mahasiswa baru belum pernah sama sekali menyentuh ataupun mempelajari Mantiq, sedangkan di perkuliahan itu kita sudah masuk ke kitab-kitab yang lebih tinggi dari kitab-kitab mubtadiin. Seperti yang disampaikan pemateri sendiri, ‘Ujung dari pengembaraan ilmu itu adalah tafsir dan salah satu langkah pertamanya adalah ilmu mantiq’ itu yang kata dari pemateri kemaren,” ujarnya

Peserta kajian himmatul ulya mengungkapkan bahwa pengadaan kajian mantiq ini, dirinya turut merasa senang.

“Pastinya merasa senang karena merasa terbantu untuk mematangkan materi sebelum duduk dibangku perkuliahan,” tuturnya

Mahasiswi baru di Universitas Al-Azhar itu juga mengaku sadar bahwa ilmu mantiq amat penting baginnya.

“Mantiq adalah salah satu ilmu alat yang paling penting, karena ketika hendak memperlajari ilmu alat,
pasti didalamnya mengadung ilmu mantiq,” pungkasnya saat diwawancarai oleh tim media dalam medium tulisannya.

 

Reporter : TMJM 20-21

Kabinet Inklusif